Jenis Jenis Fintech yang Berkembang di Indonesia

  • Whatsapp

Jika direnungkan kembali, kehidupan sebelum pandemi COVID-19, masyarakat memang sudah familier dengan produk fintech. Ini ditunjukkan dengan peningkatan penggunaan aplikasi dan jenis fintech beberapa tahun belakangan ini.

Read More

Namun, saat pandemi COVID-19, fintech memelesat. Fintech layaknya seorang pahlawan yang menyelamatkan masyarakat dari keterpurukan akibat pandemi ini.

Dengan bermodalkan ponsel, masyarakat dengan mudah melakukan berbagai transaksi perbankan se[erti melakukan investasi terbaik tanpa perlu ke bank (yang memang tidak disarankan, belum lagi peraturan social distancing, PSBB). Tidak keluar rumah bukanlah hal yang besar, masyarakat bisa menjalankan fungsi keuangan lewat internet banking sambil mengawasi anak belajar online. Tidak masak? Ada aplikasi yang pembayarannya tak perlu uang cash. Punya uang cash dan ingin menyimpan di tabungan, bisa ke ATM non tunai tanpa perlu repot ke bank.

Jenis Jenis fintech di Indonesia

1. Payment gateaways (sistem transaksi online)

Sistem transaksi online telah jauh ada sebelum e-commerce lahir. Ini bisa dilihat dari sejarah perkembangan fintech di Indonesia, di mana ATM sudah hadir di tahun 1988 dan internet banking di awal tahun 2000. Pembayaran elektronik ini telah merevolusi konsep pembayaran, menjadikannya mudah diakses oleh semua orang dan nyaman untuk digunakan.

2. Mobile banking

Mobile banking memang fenomenal. Tidak heran jika perusahaan financial technology meningkatkan produk dan layanannya untuk melayani konsumen di mana saja dengan lebih baik. Kemajuan dalam teknologi dompet digital, otentikasi digital, dan NFC menjadi ujung tombak perkembangan ini.

Jika masyakarat tanpa uang tunai adalah sesuatu yang masih sangat mustahil untuk dicapai, namun dunia tanpa kartu kredit (secara fisik) akan segera terjadi.

3. Budgeting apps

Sekarang ini, orang-orang bisa meluangkan waktu untuk menghitung pengeluaran maupun membuat anggaran yang sesuai hingga memantaunya secara digital.

Terima kasih untuk aplikasi pencatat keuangan yang membantu menyederhanakan waktu dan kerjaan membuatnya lebih efisien. Dan sekarang ini, aplikasi pencatat keuangan merupakan salah satu aplikasi fintech yang paling banyak digunakan.

Aplikasi pencatat keuangan benar-benar telah mengubah cara konsumen dalam merencanakan dan memerhatikan aktivitas keuangan mereka.

4. Consumer banking

Retail banking biasa dikenal dengan consumer banking atau personal banking adalah bank yang menyediakan layanan untuk nasabah sebagai pribadi bukan bisnis. Layanan yang ditawarkan oleh consumer banking seperti tabungan, KPR, pinjaman tanpa anggunan, kartu kredit dan debit.

Hingga saat ini, sekitar 1,7 miliar orang dewasa tidak memiliki rekening bank atau akses ke keuangan digital. Ini terjadi karena bank tradisional yang beroperasi secara tidak langsung meminggirkan masyarakat menengah ke bawah karena biaya bank yang terlalu tinggi.

Consumer banking atau perbankan konsumen dirancang untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung selama ini dengan membuat produk keuangan lebih mudah diakses dan terjangkau.

5. Peer to peer lending (P2P)

Peer to peer lending, atau fintech pendanaan bersama, adalah layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Model pinjaman ini memudahkan investor untuk mendapatkan pengembalian yang lebih baik daripada yang ditawarkan di pasar hutang. Perusahaan fintech membuat platform untuk mencocokkan peminjam dan pemberi pinjaman dan biasanya menarik biaya dari pembayaran kembali peminjam

6. Asuransi digital

Seperti halnya bank digital, perusahaan fintech yang beroperasi di bidang industri asuransi, kini mengkonversi semua layanan konvensional ke digital. Fintech ini bisa memberi harga premi mereka dengan tarif variabel tergantung pada pelanggan, sehingga menawarkan pertanggungan yang lebih murah dibanding perusahaan asuransi konvensional.

7. Equity financing

Ini adalah metode pengumpulan dana atau modal melalui penjualan saham perusahaan ke publik, badan keuangan atau investor. Modal yang terkumpul kemudian digunakan untuk membiayai startup bisnis atau memperluas bisnis yang sudah mapan.

Melalui penggunaan teknologi, cakupan investor dalam melakukan investasi Indonesia yang lebih luas bisa dimanfaatkan oleh fintech pendanaan bersama atau P2P lending.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *